Aku Sadar, Rinduku takkan terpenuhi..
Inginku takkan terwujud.
Karena aku merindukan Ia yang telah tiada.
Aku hanya mampu mengingat yang Ia lakukan untuk membahagiakanku.
Sosok Mama..
Iya, aku merindukan sosok itu.
Banyak sekali yang aku rindukan dari Ia.
Bicaranya..
Cara Ia merayuku waktu kecil..
Aku merindukan terbaring dipangkuannya..
Aku merindukan usapan tulus tangannya dikepalaku..
Semakin aku sadar semua itu takkan terpenuhi, semakin aku merindukan hal itu.
Aku tak sanggup untuk ini, justru karena aku tau semua itu mustahil kudapatkan lagi.
Satu-satunya tempat dan ruang dimana aku bisa melihatnya dengan jelas adalah Mimpi.
Itupun yang aku lihat adalah sosoknya yang dulu, yang pernah aku lihat.
Raut wajahnya yang dulu.
Senyumnya yang dulu.
Aku ingin melihat, seperti apa Ia saat ini.
Mama, sedang apa engkau saat ini?
Jika sekarang engkau ada didekatku, peluklah aku. Meski aku tak merakan pelukan itu secara fisik.
Peluklah aku Ma, atau engkau sekarang sedang menangis? karena melihat aku menangis?
Maaf Ma, aku bukannya tidak menerima semua ini terjadi, tapi karena aku Sayang engkau Ma.
Aku menangis karena rinduku telah bercampur dengan Pilu.
Maa, aku percaya...Orang sebaik engkau pasti disana ditempatkan ditempat yang Indah, ditempat yang Nyaman.
Suatu saat kami akan menemani engkau disana, kita akan bersama lagi.
Yaa Allah...jagalah Ia dalam Surgamu.
Temanilah Ia dengan malaikat malaikatmu, Hingga kami datang untuk menemaninya.
Hitunglah kebaikan kami, anak-anaknya. sebagai kebaikannya juga.
Amin.
Maa, aku pamit..dan Aku akan selalu merindukanmu dan mengingatmu dalam doaku.
Sayang, Rindumu adalah bukti kasih sayang yang tulus darimu untuk mama. Yakinlah, Ia akan bahagia dengan kasih sayangmu ini. Aku bangga terhadapmu. Amin, atas doa anak yang menyanyagi Orangtuanya.
Inginku takkan terwujud.
Karena aku merindukan Ia yang telah tiada.
Aku hanya mampu mengingat yang Ia lakukan untuk membahagiakanku.
Sosok Mama..
Iya, aku merindukan sosok itu.
Banyak sekali yang aku rindukan dari Ia.
Bicaranya..
Cara Ia merayuku waktu kecil..
Aku merindukan terbaring dipangkuannya..
Aku merindukan usapan tulus tangannya dikepalaku..
Semakin aku sadar semua itu takkan terpenuhi, semakin aku merindukan hal itu.
Aku tak sanggup untuk ini, justru karena aku tau semua itu mustahil kudapatkan lagi.
Satu-satunya tempat dan ruang dimana aku bisa melihatnya dengan jelas adalah Mimpi.
Itupun yang aku lihat adalah sosoknya yang dulu, yang pernah aku lihat.
Raut wajahnya yang dulu.
Senyumnya yang dulu.
Aku ingin melihat, seperti apa Ia saat ini.
Mama, sedang apa engkau saat ini?
Jika sekarang engkau ada didekatku, peluklah aku. Meski aku tak merakan pelukan itu secara fisik.
Peluklah aku Ma, atau engkau sekarang sedang menangis? karena melihat aku menangis?
Maaf Ma, aku bukannya tidak menerima semua ini terjadi, tapi karena aku Sayang engkau Ma.
Aku menangis karena rinduku telah bercampur dengan Pilu.
Maa, aku percaya...Orang sebaik engkau pasti disana ditempatkan ditempat yang Indah, ditempat yang Nyaman.
Suatu saat kami akan menemani engkau disana, kita akan bersama lagi.
Yaa Allah...jagalah Ia dalam Surgamu.
Temanilah Ia dengan malaikat malaikatmu, Hingga kami datang untuk menemaninya.
Hitunglah kebaikan kami, anak-anaknya. sebagai kebaikannya juga.
Amin.
Maa, aku pamit..dan Aku akan selalu merindukanmu dan mengingatmu dalam doaku.
Sayang, Rindumu adalah bukti kasih sayang yang tulus darimu untuk mama. Yakinlah, Ia akan bahagia dengan kasih sayangmu ini. Aku bangga terhadapmu. Amin, atas doa anak yang menyanyagi Orangtuanya.